Tempat Kerja Nyatanya Bisa Menjadi Sarang dari Toxic Relationship

Tempat Kerja Nyatanya Bisa Menjadi Sarang dari Toxic Relationship

Tempat kerja sesungguhnya bisa juga menjadi sarang toxic relationship, namun ayo kita lihat bagaimana Simply mengatasinya!

Tempat kerja yang nyaman dengan gaji yang memadai pastilah menjadi impian dari semua orang. Mempunyai kolega kerja yang suportif dan atasan yang sangat pengertian, pasti menjadi mimpi untuk semua orang. Tapi, Sobat Simply tahu gak? Kalau pada dasarnya, tempat kerja juga bisa menjadi sarang dari terlahirnya toxic relationship atau biasa dikenal dengan toxic work relationship.

Baca juga:

Seperti yang sudah kita tahu. Toxic relationship merupakan sebuah hubungan yang di dalamnya terdapat sifat yang bisa merugikan satu sama lain, atau bahkan sekitarnya. Hubungan seperti ini nyatanya juga akan sangat merugikan kedua belah pihak apabila terjadi dalam lingkungan kerja (toxic work relationship).

Kunjungi juga:

Banyak orang mengira bahwa toxic work relationship hanya sekedar mengalami hari yang buruk, tidak akur dengan teman kerja, dan mempunyai atasan yang tidak pengertian. Padahal, toxic work relationship memiliki dampak yang jauh lebih besar karena sering menyerang fisik dan mental seseorang. Toxic work relationship biasanya terjadi ketika seorang individu benar-benar menutup dirinya, seperti rasa ketakutan yang berlebih untuk menyampaikan ide-ide baru, ragu untuk memberikan pendapat karena takut akan respon negatif yang diberikan, mengalami perundungan di tempat kerja, dll. Beberapa hal yang sudah disebutkan tadi merupakan alasan terjadinya toxic work relationship di tempat kerja.

Berdasarkan yang dilansir oleh Workplace Bullying Institute, sebanyak 27% karyawan mengaku mereka mengalami bullying dan 72% karyawan sadar akan adanya perilaku ini di tempat kerja. Kejadian seperti ini merupakan alasan kuat terlahirnya toxic work relationship. Seseorang jadi kehilangan tujuan utamanya dalam bekerja hanya karena lingkungan yang terus menerus menekannya, dan berakhir dengan fisik serta mental yang terganggu.

Pada sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Georgetown, 98% orang melaporkan bahwa mereka telah mengalami toxic work relationship. Berikut hasil survei yang telah dikumpulkan:

  1. 80% kehilangan waktu kerja karena mengkhawatirkan kejadian tersebut
  2. 78% mengatakan bahwa komitmen mereka terhadap organisasi menurun
  3. 66% mengatakan bahwa kinerjanya menurun
  4. 63% kehilangan waktu kerja untuk menghindari pelaku
  5. 47% sengaja menurunkan waktu yang dihabiskan di tempat kerja
  6. 38% sengaja menurunkan kualitas pekerjaan mereka
  7. 25% mengaku frustrasi
  8. 12% mengatakan bahwa mereka meninggalkan pekerjaan mereka karena itu
  9. 48% sengaja menurunkan usaha kerja mereka

Data di atas membuktikan bahwa pada dasarnya toxic work relationship memang sangat berpengaruh dalam kinerja seseorang. Lingkungan kerja yang tidak sehat hanya akan membuat pekerjanya menjadi stres, dan berakhir dengan pekerjaan yang tidak dikerjakan secara optimal.

Untuk Sobat Simply yang mungkin sedang terjebak pada toxic work relationship, coba amati beberapa tips di bawah ini yang dilansir dari Forbes:

  1. Bicarakan secara baik-baik

Mengkomunikasikan sebuah masalah sangatlah penting. Tanpa adanya sebuah komunikasi, seseorang tidak akan tahu mengenai apa yang kita rasakan. Coba untuk utarakan perasaan kita yang sebenarnya bahwa kita sangat tidak mentoleransi perilaku-perilaku seperti itu. Apabaila dengan membicarakan baik-baik tapi tidak ada hasilnya, kamu boleh mencari bantuan ke pihak kantor mulai dari HRD atau juga mencari bantuan profesional untuk ditindak lanjuti.

2. Jangan ber-gossip

Ketika kamu mengalami toxic work relationship, langsung minta bantuan kepada pihak manajemen atau profesional. Apabila kamu hanya menyebarkan ceritamu tanpa mendapatkan bantuan yang jelas, hal tersebut hanya akan menjadi gossip, dan berakhir dengan dirimu yang tidak mendapat bantuan apa-apa ketika terjebak pada toxic work relationship.

3. Buat sebuah koneksi

Terkadang, perilaku yang menyimpang ini bisa saja dilakukan oleh atasan kita sendiri. Ketika kita sudah merasa tidak tahan dengan perilaku tersebut. Saatnya kita membuat sebuah koneksi. Koneksi ini sangat penting terutama untuk kita mencari bantuan. Kamu bisa membicarakan masalah ini dengan departemen tempat kamu bekerja atau juga mulai laporkan kepada HRD yang ada di kantor kamu.

Toxic work relationship bukanlah suatu hal yang baik untuk kita tahan atau kita maklumi. Ini sebuah perilaku yang hanya akan menyiksa fisik dan mental kita selama di tempat kerja. Jangan pernah membiarkan diri kita untuk pasrah dengan keadaan seperti ini saat di tempat kerja.

Kami tahu, untuk melewati kejadi seperti ini memang tidak semudah dengan membaca artikel yang sudah kita tulis. Tapi, dengan perubahan kecil dan keberanian kecil, pasti akan memberikan hasil yang nyata dan bisa membantu kita untuk keluar dari toxic work relationship.

Tempat kerja yang baik akan menciptakan orang-orang hebat dan baik juga. Jadi, untuk Sobat Simply yang mungkin sedang mengalaminya, jangan takut ya untuk mencari bantuan. Kamu bisa juga mencari bantuan di Simply dengan klik link ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares