Toxic Relationship Hanya Merusak Kesehatan Mental Kita

Toxic Relationship Hanya Merusak Kesehatan Mental Kita

Toxic relationship bukanlah sebuah pilihan yang tepat karena pada dasarnya hubungan seperti ini bisa menghancurkan kita secara perlahan

Toxic Relationship diartikan sebagai sebuah hubungan yang dilihat dari sifat dan emosionalnya terhadap pasangan. Berdasarkan yang dilansir dari HealthScope, toxic relationship hanya menimbulkan kerusakan pada pasangannya, sedangkan hubungan yang sehat bisa saling membangun satu sama lain untuk saling berkembang. Hubungan yang sehat selalu terisi dengan kepercayaan, kepeduliaan antar satu sama lain, dan tidak menimbulkan rasa takut yang berlebihan pada pasangan. Namun, toxic relationship justru menunjukkan kebalikannya. Rata-rata toxic relationship pasti selalu terisi dengan krisis kepercayaan diri, kedua individu selalu ingin  mendominasi dalam sebuah hubungan, dan ketakutan yang selalu larut dalam hubungan tersebut.

Baca juga:

Keluar dari toxic relationship memang bukan suatu hal yang mudah. Bahkan, beberapa orang yang memiliki hubungan yang sehat, juga harus membangunnya dengan susah payah. Namun, terjebak pada toxic relationship bukan berarti tidak apa-apa. Ada kalanya di mana toxic relationship juga bisa sangat menganggu kita. Mulai dari tidak fokus kerja atau kuliah, kehilangan jati diri, rasa ketakutan yang berlebih, dan lebih parah lagi bisa membuat kita menjadi tidak peduli dengan sekitar karena yang kita pedulikan hanya pasangan kita. Hal-hal seperti ini selain merugikan kita, bisa juga merugikan orang-orang di sekitar seperti orang tua, teman, kolega kerja, dll.

Kunjungi juga:

Bayangkan ketika kita tidak fokus kerja hanya karena toxic relationship tersebut, kolega kita jadi harus menggantikan kita untuk mengerjakan tugas milik kita. Atau juga karena sedang terjebak pada toxic relationship, impian kita yang tadinya sangat ingin untuk bisa diterima di universitas negeri papan atas jadi sirna hanya karena kita jadi tidak bisa fokus belajar. Dari beberapa hal di atas kita bisa lihat, bagaiamana toxic relationship sangat menyita waktu kita dan juga menghalangi kita dari mengejar impian kita yang sudah ada dari lama. Tidak ada keuntungan sama sekali dari hubungan yang seperti ini.

Menurut Bustle.com, seseorang yang tidak bisa keluar dari toxic relationship biasanya karena mereka memimiliki low self-esteem. Setiap orang pasti memiliki self-esteem nya masing-masing dalam menghargai dirinya sendiri. Namun, seseorang yang terjebak di dalam toxic relationship dengan low self-esteem, mereka akan kesulitan untuk keluar karena berpikir tidak ada orang lain yang mencintai atau menyayangi mereka seperti pasangan yang sekarang. Momen seperti ini lah yang sering dijadikan celah untuk beberapa pasangan agar bisa mendominasi pasangannya sendiri dalam sebuah hubungan.

Selain itu, seorang pakar hubungan Lydia Kociub juga mengatakan, seseorang yang tidak bisa keluar dari hubungan seperti ini dikarenakan mereka ingin saling mengerti dan bisa menerima satu sama lain. Banyak dari mereka mungkin berpikir “Dia itu baik kok” atau juga “Dia sebenernya sayang sama aku.” Padahal, rasa sayang dan kebaikan tidak harus ditunjukan dengan hubungan yang tidak sehat. Setiap orang pasti berharap untuk bisa memiliki pasangan atau hubungan yang bertahan lama. Tapi, sesungguhnya, sangat penting bagi kita untuk menyadari kapan sebuah hubungan dirasa sudah tidak layak lagi. Dan ketika hubungan tersebut sudah terasa tidak layak, kita harus bisa memberikan kasih sayang yang memadai pada diri kita sendiri, dan membiarkan diri kita untuk melangkah pergi dari hubungan tersebut.

Untuk Sobat Simply yang mungkin bertanya-tanya cara yang tepat untuk mulai melangkah keluar dari toxic relationship, coba ikuti beberapa tips berikut ini:

– Jujur pada diri sendiri

Jujur itu penting! Apalagi terhadap diri sendiri. Ketika kamu sudah mulai ingin memberanikan diri untuk keluar dari sebuah toxic relationship. Maka kamu harus memulai dengan menjadi jujur. Coba kamu utarakan perasaanmu yang sebenarnya tanpa harus menyudutkan pasanganmu. Kamu bisa untuk mulai terbuka dan jelaskan apa yang kamu rasakan selama dalam hubungan ini.

Usahakan untuk menjelaskannnya senetral mungkin. Jangan memulai percakapanmu dengan “Kamu tidak pernah…” atau “Kamu selalu….” pastikan saat kamu mulai untuk jujur, perasaan yang kamu utarakan tidak menyudutkan salah satu pihak.

– Sadarkan diri sendiri kalau ini bukan salahmu

Seperti salah satu kutipan dari lagu Kunto Aji, Rehat “Sadarkan hati, semua ini bukan salahmu” karena terjebak di sebuah toxic relationship, bukan berarti ini karena kesalahanmu yang tidak pintar dalam memilih pasangan, atau juga karena kamu yang kurang pengertian.

Ketika terjebak dalam hubungan seperti ini, seringkali orang-orang menyalahkan dirinya, padahal dengan sifat seperti ini, kita malah jadi makin sulit untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat ini dan berakhir dengan menjadi lebih tersiksa. Jadi, ketika kita mau berani melangkah maju, kita juga harus berani untuk menyadarkan diri kita bahwa ini bukan kesalahan kita.

– Cari pertolongan melalui keluarga, teman dekat, atau tenaga profesional

Cara setiap orang untuk keluar dari sebuah hubungan yang tidak sehat tentunya sangat berbeda-beda. Ada yang dengan menceritakannya kepada keluarga, ada juga yang curhat dengan teman dekat, atau mencari bantuan dari tenaga profesional. Saat sedang berada di tahap ini, meminta bantuan itu sangat penting.

Mungkin ada beberapa orang yang bisa keluar secara sendiri, tapi sangat dianjurkan untuk mencari bantuan. Saat kita berada di fase untuk keluar dari toxic relationship, rasa percaya diri kita pasti akan sangat diuji. Akan ada momen di mana kita berpikir untuk kembali saja, walaupun sudah sadar jika itu bukan hubungan yang baik. Dengan meminta bantuan, kita juga akan pelan-pelan bisa menjadi berpikir lebih terbuka dan lebih sadar. Meminta pertolongan kepada tenaga profesional juga sangat bisa membantu kita karena tenaga profesional sangat tahu bagaimana cara yang tepat dalam menangani pasiennya. Salah satu tenaga profesional yang bisa kamu kunjungi adalah Simply!

– Putuskan segala kontak dengannya

Cara terbaik saat memulai untuk keluar dari toxic relationship adalah dengan memutuskan kontak. Saat kamu sedang berada pada fase ini, usahakan untuk selalu menyibukkan diri dengan melakukan berbagai kegiatan yang disuka. Kamu bisa jalan-jalan dengan temanmu, ikut kelas memasak, mulai aktif olahraga, ikut berbagai kegiatan organisasi untuk menambah wawasan dan koneksi.

Hal-hal seperti ini bisa membantu kamu dalam memutuskan kontak dengan pasangan yang kamu anggap sudah tidak layak lagi untuk dipertahankan. Dengan begitu, kamu jadi bisa untuk lebih fokus dalam menjalankan misimu untuk keluar dari sebuah toxic relationship.

Terjebak pada toxic relationship hanya akan menyerap energi kita. Tidak ada keuntungan yang bisa didapat dari hubungan seperti ini. Saatnya kita mulai sadar dan membuka mata bahwa diri kita berharga, dan tidak ada yang bisa merenggut kebahagiaan kita hanya dengan alasan “Cinta.”

Untuk Sobat Simply yang sedang dilanda masalah seperti di atas tadi, semoga kalian bisa cepat keluar dan menemukan titik terang yang sesungguhnya. Untuk memudahkan kalian agar bisa tersadarkan, langsung klik link ini karena di Simply kamu bisa curhat dimanapun, kapanpun, tanpa ragu!

Refrensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares