Tips Untuk Menemukan Work Life Balance Menggunakan 8-8-8 Rule

Tips Untuk Menemukan Work Life Balance Menggunakan 8-8-8 Rule

Work Life Balance dalam kehidupan sehari-hari menggunakan 8-8-8 rule demi kehidupan yang lebih baik.

Bicara mengenai Work Life Balance,  Pasti kamu sering mendengar frasa “work hard, play hard” kan? Di zaman serba cepat seperti sekarang ini, ‘bekerja keras’ dianggap sebagai cara terbaik untuk mencapai semua mimpi-mimpi dan goals kamu. Hal tersebut mungkin benar, namun selalu ingat bahwa semua hal ada batasannya ya! Seringkali kita lupa bahwa kita juga harus menyisakan waktu untuk istirahat, berleha-leha dan just live our life

Terkadang, menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan tujuan-tujuan hidup lainnya (seperti minat, aktivitas dan hobi kita sendiri) merupakan sebuah tantangan. Hal tersebut seringkali kita dengar sebagai Work Life Balance. Keseimbangan kehidupan kerja yang sempurna mungkin tidak ada. Namun, ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan dalam hidup kamu untuk mencapai Work Life Balance yang baik, agar kamu bisa bekerja dengan efektif, memiliki waktu luang dan juga istirahat!

Baca juga:

Mengenal Gangguan Anxiety Temanmu Dengan dan Lakukan Hal Ini!

Kunjungi juga:

Simply Indo

Hubungi Simply di:

Simply WA

Pengertian dan Pentingnya Work Life Balance

Secara ideal, kehidupan bekerja dan kehidupan pribadi kamu harus saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Baik untuk keluarga, hobi, fun, belajar, bersosialisasi dan liburan. Tentu saja untuk setiap aktivitas dalam hidup kamu, kamu harus menyisihkan waktu dan energi untuk fokus pada aktivitas yang kamu nikmati. Selain itu, kamu juga harus menjaga hubungan dengan orang-orang disekitar kamu! Sounds tough, right? Seperti yang dicantumkan di awal, menemukan keseimbangan tersebut memang sebuah tantangan – namun membuat pemisah antara pekerjaan dan kehidupan di rumah merupakan hal yang penting karena akan mengurangi stres juga secara keseluruhan! 

 Stres kronis adalah salah satu masalah kesehatan paling umum di tempat kerja. Stress dapat menyebabkan konsekuensi fisik seperti hipertensi, masalah pencernaan, sakit dan nyeri kronis serta masalah jantung. Stres kronis juga dapat berdampak negatif pada kesehatan mental karena dikaitkan dengan risiko depresi, kecemasan, dan insomnia yang lebih tinggi.

Orang-orang dengan tingkat stres kerja yang tinggi memiliki kesehatan mental yang lebih buruk daripada mereka yang memiliki tingkat stres kerja yang lebih rendah. Stres tinggi kronis selama empat tahun dapat menyebabkan penurunan tujuh persen kesehatan mental dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami stres. Stres juga membuat orang lebih marah, lebih sakit, dan lebih mungkin berada dalam pernikahan yang tidak bahagia.

Kecemasan kerja dapat disebabkan oleh berbagai hal di lingkungan kerja. Terkadang hal-hal di tempat kerja bisa memicu kecemasan kamu atau membuat kamu gugup. Misalnya, memulai pekerjaan baru atau meninggalkan pekerjaan lama pasti akan membuat siapapun merasa gugup dan cemas!

Ada beberapa hal yang mungkin bisa membuat kamu cemas di tempat kerja, di antaranya adalah berurusan dengan intimidasi atau konflik di tempat kerja; menjaga hubungan dengan rekan kerja; mengelola staf dan rekan kerja; bekerja dalam waktu lama; memiliki bos yang menuntut; mengalami beban kerja yang terlalu tinggi; kurangnya arahan pada tugas dan banyak alasan lainnya. Maka, sudah tidak aneh lagi jika banyak dari pekerja merasakan stres sehari-hari.

Menurut Asosiasi Stress Amerika, 83% pekerja di Amerika menderita stress akibat pekerjaan. Stress juga mengakibatkan 1 juta orang di seluruh dunia untuk tidak masuk kantor. Hayo, apakah kamu termasuk salah satunya? Selain itu, hanya 43% pekerja berpendapat bahwa Work Life Balance merupakan hal yang penting di hidup mereka. Ini membuktikan bahwa masih banyak orang tidak percaya akan pentingnya Work Life Balance! 

Work Life Balance merupakan aspek penting dari lingkungan kerja yang sehat. Menjaga keseimbangan kehidupan kerja membantu mengurangi stres dan membantu mencegah kejenuhan di tempat kerja. Menurut Kalliath dan Brough (2008), ada beberapa komponen Work Life Balance yang bisa ditemui dalam literatur-literatur. Berikut beberapa Work Life Balance yang bisa kita temui:

  • Semua orang memiliki peran di hidup mereka masing-masing, termasuk peran dalam pekerjaan dan peran dalam kehidupan pribadi, dan tuntutan dari satu peran dapat berdampak ke tuntutan peran lainnya.
  • Kamu harus dapat membagikan waktu dan energi yang sama untuk semua peran yang kamu miliki.
  • Kamu harus merasa puas dengan kinerja yang telah kamu hasilkan dalam berbagai segi kehidupan. Kamu juga harus melakukan yang terbaik juga dalam segi-segi kehidupan tersebut. 
  • Tingkat prioritas peran dalam hidup kamu akan selalu berubah. Oleh karena itu, kepuasan dengan Work Life Balance bergantung pada peran mana yang saat ini sedang kamu prioritaskan. 
  • Work Life Balance dicapai ketika ada sedikit konflik antara pekerjaan individu dan peran pribadi.
  • Work Life Balance dianggap sebagai derajat otonomi yang dimiliki masyarakat atas tuntutan berbagai peran dan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Mengenal 8-8-8 Rule 

Ada banyak cara agar kamu dapat mencapai Work Life Balance yang baik bagimu dan juga sehat bagi mental kamu! Salah satunya adalah 8-8-8 rule. Dengan sederhana, 8-8-8 rule berarti bahwa kamu harus membagikan hari kamu jadi 8 jam. Pembagian waktu tersebut seperti, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk bersantai atau menghabiskan waktu luang dan 8 jam untuk tidur. 

8 jam pertama mewakili 8 jam yang akan kamu gunakan untuk bekerja atau belajar. Banyak dari pekerjaan di perkantoran memiliki jam kerja selama 8 jam, sama dengan siswa juga pergi ke sekolah selama 8 jam. Melalui 8 jam pertama inilah kamu memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan mu untuk dapat berkontribusi bagi dunia. Ini adalah waktu yang harus kamu korbankan demi mendapatkan nafkah dan juga mengerjakan segala sesuatu yang harus diselesaikan. Jangan lupa untuk selalu menggunakan waktu kamu secara efektif, ya! 

Lalu, 8 jam yang kedua mewakili jam-jam yang kamu berikan untuk mengeksplorasi diri kamu sendiri dan juga orang-orang disekitarmu! Dalam 8 jam ini, kamu dapat melakukan banyak hal, lho! Seperti menggunakannya untuk waktu luang, mencapai tujuan kamu yang lainnya (yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan), memperkembangkan diri sendiri untuk hobi, minat ataupun melakukan aktivitas seperti meditasi dan olahraga.  Jika kamu masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan, maka kamu bisa menggunakan 4 jam pertama dari 8 jam ini untuk mengerjakan tugas kamu dulu, baru setelah itu 4 jam selanjutnya digunakan untuk waktu luangmu! Pokoknya, leisure time adalah hal yang sangat penting. Jadi, jangan sampai ketinggalan. 

Kemudian, 8 jam terakhir adalah waktu untuk istirahat! Siapa di sini yang susah tidur? Well, berbagai penelitian, telah menunjukkan bahwa manusia membutuhkan setidaknya 8 jam tidur dalam satu hari. Saat tidur kamu adalah waktu bagi kamu untuk beristirahat dan memulihkan diri setelah melakukan aktivitas selama 16 jam! Tidur dan istirahat memungkinkan tubuh kamu untuk merevitalisasi dan menenangkan pikiran kamu juga. 

Nah, gimana nih 8-8-8 rule yang baru saja diberi tahu? Mungkin hal ini merupakan hal kelihatannya mudah namun sangat sulit untuk dieksekusi. Tapi tidak usah khawatir, just take it one day at a time karena memulai sebuah kebiasaan merupakan sebuah tantangan. Apalagi dengan adanya pandemi mungkin batasan work dan life menjadi sangat samar. Tidak apa-apa untuk merasa cemas dan tertekan. Ini adalah waktu yang sangat menantang bagi semua orang, so you are not alone! 

 Jika kamu memerlukan bantuan profesional, Simply Indonesia akan selalu di sini untuk kamu sebagai layanan konseling online! Klik link ini untuk mendapatkan bantuan dari tenaga profesional kami.

References: 

https://positivepsychology.com/what-is-work-life-balance/

https://www.priorygroup.com/blog/managing-anxiety-about-returning-to-work-after-coronavirus-lockdown

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares