Puasa Media Sosial? Ternyata Penting Lho!

Puasa Media Sosial Ala Simply Indonesia

Puasa media sosial emang beneran bisa ngaruh?

Menghabiskan waktu bermedia sosial sudah menjadi bagian dari keseharian millenials. Mulai dari mengunggah aktivitas, scroll timeline, memberi likes dan comments di unggahan followers hingga membuat relasi baru dengan sesama pengguna platform media sosial. Media sosial memang mempermudah kita dalam hal interaksi sosial dengan orang lain bahkan memacu kita untuk terus berkembang melihat berbagai achievement penggunanya. 

Baca juga: Crab Mentality : Ketika Rasa Iri Menghambat Keberhasilan

Tetapi apa jadinya jika media sosial menjadi boomerang bagi diri sendiri bak senjata makan tuan? 

Terlalu sering beraktivitas di media sosial terkadang membuat diri kita merasa insecure dengan orang lain. Merasa tidak sehebat orang lain yang kita follow di media sosial. Kemudian, mulai membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Fisik, pencapaian, karir, jumlah engagement unggahan media sosial dan masih banyak lagi yang sering menjadi alasan seseorang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Jika sudah begini, ada baiknya kita mencoba puasa media sosial. 

Apa sih puasa media sosial? 

Puasa media sosial adalah kegiatan membatasi diri dalam menggunakan media sosial yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan sosial. Berpuasa disini bukan berarti tidak menggunakan media sosial sama sekali, tetapi mengurangi intensitas penggunaannya. Contoh, kita setiap harinya menghabiskan waktu 8 jam untuk bermedia sosial, maka untuk melakukan puasa media sosial kita bisa mengurangi 1 jam atau lebih setiap harinya secara bertahap. Dengan mengurangi penggunaan media sosial otomatis kita akan meminimalisir kegiatan kita yang seringkali membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain di media sosial.

Supaya kamu gak merasa bosan saat melakukan puasa sosial media, kamu bisa melakukan hal-hal berikut:

1. Mulai menanam

Semenjak masa pandemi, menanam tumbuhan, sayuran, bahkan sampai buah-buahan sudah menjadi sebuah tren. Hal ini dilakukan agar mengurangi tingkat stress seseorang saat berada di rumah saja, dan juga bisa dijadikan selingan untuk tidak bermain media sosial terus-menerus.

2. Memperbanyak literasi

Kamu tahu gak? Memperkaya diri kita dengan literasi itu dampaknya akan sangat bagus untuk pola pikir kita nantinya. Kita bisa melatih diri untuk lebih fokus, menambah wawasan, memperluas pengetahuan tentang berbagai diksi, dan juga menjadi terbiasa untuk membaca dengan seksama.

3. Olahraga

Selain menjaga kesehatan mental kita, kesehatan fisik juga harus tetap kita rawat. Selama melakukan puasa media sosial, kamu bisa banget nih cobain berbagai macam olahraga. Mulai dari jalan pagi, lari sore, yoga, pilates, dll. Dengan tubuh yang sehat, maka pikiranmu juga akan jernih dan tenang.

Namun, apabila puasa media sosial belum membawa perubahan secara signifikan untuk dirimu. Kamu bisa memulai untuk berkonsultasi bersama profesional. Jangan ragu untuk menceritakan keluh kesahmu mengenai kesehatan mental saat bertemu ahlinya. Kalau kamu malu untuk menceritakannya secara bertatap muka, kamu bisa banget cobain konsultasi secara online, tanpa harus keluar rumah.

Bagaimana berkonsultasi dengan psikolog tanpa harus keluar rumah? Simply jawabannya. Simply menyediakan layanan konsultasi online dengan psikolog profesional yang bisa membantu kamu untuk terbebas dari gangguan kecemasan. Yuk, langsung akses Simply Indonesia!

References:

Social Media and Mental Health

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares