Tips Memilih Psikolog yang Tepat

Beberapa bulan lalu, ramai dibicarakan seorang psikolog palsu yang telah melakukan praktiknya sejak lama. Bahkan diberitakan psikolog palsu tersebut telah melecehkan kliennya.

Terlepas dari berita tersebut, yang ingin Simply bahas adalah tips memilih psikolog yang tepat, nih, biar kamu nggak salah pilih, apalagi sampai muncul tindak kejahatan yang terjadi saat sesi konseling berlangsung.

Ada beberapa hal yang benar-benar harus kamu perhatikan dalam memilih psikolog yang tepat, yaitu:

1.Kumpulkan Referensi

Kok pakai referensi? Iya, menemukan Psikolog yang tepat itu seperti pakai skincare alias cocok-cocokan hehe. 

“Kok gitu?”

Untuk menemukan Psikolog yang tepat, kamu perlu mengumpulkan referensi baik dari rekomendasi orang terdekat maupun internet. Kamu juga perlu tau spesialisasi dari Psikolog tersebut, karena seorang Psikolog juga memiliki spesialisasi nih Dear, sama halnya seperti seorang Dokter. Ada Psikolog Pendidikan, Psikolog Anak, Psikolog Klinis, dan sebagainya. Jadi, kamu juga perlu tau, kira-kira kamu harus mendatangi Psikolog apa ya?. 

2.Pastikan Psikolog yang kamu pilih memiliki gelar Psikolog

Seseorang dinyatakan sebagai Psikolog apabila telah menempuh pendidikan S1 Psikologi dan S2 Profesi Psikologi secara linear. Ingat ya, secara linear. 

“Bagaimana cara mengetahuinya?”

Kamu bisa cek gelar yang dimilikinya, Dear. Seorang Psikolog memiliki gelar M.Psi., Psikolog. Jadi, kalau umpamanya kamu sedang mencari referensi Psikolog, pastikan memiliki gelar tersebut ya.

Penjelasan lebih lanjut bisa baca disini

3.Pastikan Psikolog memiliki lisensi dan terdaftar di HIMPSI

Apa itu HIMPSI?

HIMPSI atau Himpunan Psikologi Indonesia merupakan organisasi profesi psikologi di Indonesia, dan satu-satunya lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan Sertifikat dan Izin Praktik Psikologi (SIPP) untuk seorang Psikolog. 

Untuk lebih memastikan bahwa Psikolog yang kamu pilih adalah Psikolog yang tepat, kamu bisa lho mengecek lisensi atau izin praktiknya melalui situs resmi HIMPSI yang bisa diakses disini.

4. Hal yang terpenting, kamu nyaman

Kenyamanan dan membangun kepercayaan juga dibutuhkan agar sesi konseling bisa berjalan lancar tanpa kamu merasa terintimidasi ataupun perasaan kurang nyaman. Kalau udah nyaman, ceritanya jadi lebih enak dan terbuka, bukan? Hehe

Seringkali mendengar stereotip dari beberapa orang yang sudah melakukan sesi konseling dengan Psikolog, katanya “Ah..datang ke Psikolog cuma buang-buang uang aja.”

Bisa jadi, karena dari awal kamu sudah merasa tidak nyaman. Antara memang kamu kurang nyaman dengan cara Psikolog merespon atau kamu kurang terbuka terhadap input dari Psikolog. Penyebab kedua ini juga berpengaruh lho, karena kunci dari keberhasilan sesi konseling sebetulnya ada di diri kamu. Psikolog hanya membantu kamu untuk berpikir lebih netral sehingga kamu bisa menemukan solusi atas permasalahan, atau mungkin memberi saran yang mungkin saja belum terpikirkan olehmu.

Simply sendiri menyediakan layanan konseling secara online, tentunya dengan tim asosiasi Psikolog yang keabsahannya sudah terjamin. Kalau kamu butuh sesi konseling dengan psikolog terpercaya dan berpengalaman, yuk di Simply! 

Psstt..psikolognya seru-seru, lho!

Jangan lupa follow Instagram Simply (@simply.indo) yaa 🥰

Temukan layanan curhat serta konseling Simply di https://web.chataja.co.id/Download


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares